Wow ! Simak Gaji Para Pekerja Social Media, Mau?

Social Media seperti Twitter, Facebook, Foursquare, Instagram, LinkedIN dkk kini tengah naik daun. 3 tahun yang lalu ketika saya mulai memasuki bisnis internet, pekerjaan social media mungkin dipandang sebelah mata. Tapi kini, lihat berapa gaji para pekerja social media? Double digit level 2 Woww….
Mengubah opini publik dalam sebuah kampanye digital komersial, adalah hal yang dilakukan para pekerja media baru tersebut. Kalau dipikir-pikir kerjaannya sih simple banget. Ngetweet, ngebales komen, analisis data traffic, mikirin cara komunikasi yang tepat, dll. Tapi prakteknya ya…cobain aja sendiri
Bagi yang belum mengenal industry social media, sebaiknya follow dulu deh pak @nukman. Beliau adalah salah satu dedengkot konsultan social media di Indonesia. Kalu dipikir-pikir berkat dia juga bidang-bidang profesi social media bisa naik di Indonesia.
Bagi yang baru lulus dan belum mengenal apa saja profesi social media, mungkin bisa lihat list berikut. Biasanya mereka-mereka ini ada dalam agency digital:
1. Blogger / Copywriter [CW]
- Jika anda mengaku blogger yang bisa nulis, ada baiknya mencoba posisi CW di social media. Saran saya skill yang harus dipenuhi di master in adalah SEO Copywriting.
Berapa gajinya?
Minimal Rp 10.000.000 / bulan
2. Social Media Specialist
- Orang ini harus pandai dalam melakukan presentasi ke client dengan strategi tertentu. Beda kampanye komersial, beda juga strateginya kan? Biasanya seorang specialist pengalaman minimal 5 tahun.
Berapa gajinya?
Minimal Rp 22.500.000 / bulan
3. Online Community Manager
- Nah, kalau orang ini kerjaannya maintenance komunitas online. Dia juga harus ngejaga keseimbangan follower di twitter, dan yang paling penting jangan membuat konsumer/community kecewa terhadap suatu brand.
Berapa gajinya?
Minimal Rp 29.500.000 / bulan
4. PR/ Brand Manager
- Namanya brand manager, kerjaanya adalah menjaga integritas brand yang tertuang dalam bentuk-bentuk kampanye digital. irisan yang sama seperti seorang public relation, tetapi untuk social media.
Berapa gajinya?
Minimal Rp 24.000.000 / bulan
5. Social Media Strategist
- Nah, ini abangnya social media specialist. Kerjaan mungkin ga jauh beda dengan social media specialist, namun ia lebih expert dalam menangani kasus-kasus tertentu.
Berapa gajinya?
Minimal Rp 27.750.000 / bulan
6. Social Media Marketing Manager
- Dia adalah manager yang tugasnya naikin keuntungan perusahaan dari tiap kampanye digital yang dibikin. Perusahaan jelas ogah dong, kalau udah bikin digital campaign budget gede, tapi isinya nol. Makanya ini orang digaji gede buat mikirin itu.
Berapa gajinya?
Minimal Rp 36.000.000 / bulan
Eitss..zztt..a a a. Saya tahu yang anda pikirkan. Mungkin dari beberapa pembaca yang bekerja sebagai salah satu yang saya sebutkan di atas protes. “Enak aje, Empuk lo nulis gaji segitu. Boro2 double digit. Agency gue cuma ngasih Rp 2-4 jutaan sebagai CW di agency. Atau buset Brand manager Rp 24 juta, boro-boro. Kalo di perusahaan multinasional mungkin iya.”
Santai saja temans, gaji di atas adalah gaji MINIMAL rata-rata pekerja social media di AMERIKA. Survei ini dilakukan oleh lembaga riset Indeed.com di awal tahun. Walau tidak detail, namun data survei ini 25%-75% merepresentasikan penghasilan bidang-bidang tersebut.
Dari semua negara bagaian di Amerika, pemilik gaji minimal adalah negara bagian Arizona. Saya asumsikan sekecil-kecilnya gaji di Arizona, paling ga hampir mendekati dengan Indonesia. (syukur-syukur sama, atau lebih tinggi :p)
Nih buktinya [Infographic]:
Komentar? Saran? Hujatan? Curhatan? silakan drop your word..kita diskusikan..















Caranya gmana ini pak ? Menarik
[Reply]
Gaji saya malah jauh dibawah standard, saya pikir karena mungkin sesuai dengan kualitas kerja, namun ini stagnan dan saya sudah mengalaminya selama kurang lebih 3tahun, sementara yg diurus semakin banyak tp tidak sesuai dgn yg diterima. Rasanya pengen resign saja, dan sempet menyesal karena menolak bekerja di salah satu perusahaan bonafit di ibukota… Bagaimana dgn teman2 yg lain? (maaf jadi curhat)
[Reply]
Mohammad Irvan Reply:
February 15th, 2012 at 8:39 am
wah mba, ayo semangat, jangan menyerah, bersyukur lho mba bisa bekerja sesuai dengan minat mba. Banyak orang yang terjebak dengan pekerjaan yang ga mereka suka. Saya rasa gaji itu ga jadi masalah selama kita bisa senang dengan kontribusi kita. Maaf klo saya salah.
[Reply]
tapi fakta di lapangan, gajinya palingan 2-10 juta mas
[Reply]
Wuih boleh juga tuh..
[Reply]
Eyaaa.. ngarep bangeet gaji eike sampe seginiiih! x))
[Reply]
Info top banget -> http://www.colourbearer.blogdetik.com/.
[Reply]
hebat …jadi kepengen……
[Reply]
Huuuuu….sorakinnn* timpukin pake duit. hehehe
akhir tulisannya ga asik bgt.
eh, eh, kl yg di indonesia itu gmna? yg google adsense. atau apalah. cari info lengkapnya dong, di tulis deh di blog. nanti saya akan come back kesini.
-salam-
[Reply]
wah?
[Reply]
jadi tertarik berbisnis dan bekerja di social media setelah baca tulisan anda GAN.
Nice Topic and Content.
Salam Produk Indonesia
http://pesankaos.blogdetik.com
[Reply]
Kelihatannya yang jadi batasan adalah kehidupan di Amerika, apakah mungkin di Indonesia bisa seperti itu ?
Sistim penggajian di Indonesia , saya rasa belum seragam. Ini disebabkan karena lebih banyak pengganguran yang mencari kerja sehingga dimanfaatkan pemberi kerja dengan hukum ekonomi, digaji seminimum mungkin (UMR) dengan tanggung jawab sebesar mungkin.
Salam,
SS
[Reply]
media internet memang tambang uang yang menggiurkan
[Reply]
kalo di Indonesia berapa ya?
ada yang tau?
[Reply]
Kalo menurut saya, penggajian yang diberikan oleh perusahaan pada umumnya diupayakan Gaji Pokoknya sekecil mungkin namun alokasi tunjangan bermacam macam, sehingga Take Home Pay yang kita terima akan nampak besar…
Namun pada prinsipnya, perusahaan melakukan pemberian Gaji Pokok yang minim tersebut tidak lain hanya untuk menghindari Pajak agar tidak melakukan pengeluaran yang besar.
Disisi lain, segala perhitungan baik itu bonus maupun THR ataupun Pesangon, perusahaan akan menghitung berdasarkan GP (Gaji Pokok)
Bisa jadi kalo perhitungan yang kita terima senilai Take Home Pay, jatuhnya adalah diatas UMR. Tetapi apakah kalo Pesangon yang kita terima dengan perhitungan hanya dari GP itu juga masih diatas UMR?
Jadi Pada Intinya…. Perusahaan di Indonesia pada umumnya - akan memberikan Gaji yg kecil dimata Perusahaan namun terlihat besar dimata pegawainya.
[Reply]
Di sini, orang cenderung masih menganggap kerja di social media itu cuman buat status atau ngetweet sebanyak-banyaknya supaya dapat banyak follower dan citra brandnya tampak besar, megah. Sebatas awareness ,padahal seharusnya bisa lebih jauh dan lebih riil dari itu. Makanya ga heran, gajinya juga seupil doang, padahal representasi brand di social media ini juga menentukan reputasi di dunia nyata. Masih banyak orang yang belum menyadari itu. Tapi seiring berjalannya waktu, semoga akan makin meningkat kesadaran seperti itu karena tantangan bekerja di social media itu sebenarnya tinggi juga dan maraton. Memang rasanya simpel, “Ah,apa susahnya sih ngetweet atau update FB gitu doang?” tapi itu perlu kreativitas dan ketelatenan yang tinggi, dan tidak semua orang mau dan sabar. Apalagi kalau menjadi manajer socmed untuk akun yang sering kena komplain customer, pressure kerja juga ga main2.Salah kata di tweet atau update sedikit bisa fatal akibatnya dan jadi bulan-bulanan. Belum ditambah dengan keharusan berpacu dengan waktu (krn komunikasi di socmed itu real time) padahal di pihak internal sendiri juga perlu satu suara untuk bisa bersikap baik di social media dan di dunia offline. And it’s not easy!!
[Reply]
ifajarwidi Reply:
February 15th, 2012 at 4:21 pm
santai saja teman, dalam 2-3 tahun ke depan industri ini bakal lebih menantang, tentunya dalam hal kesejahteraan juga
liat aja
[Reply]
Hehehe… kirain di Indonesia gaji segitu. Pantesan jadi rame buzzer di twitter
Btw, rumit amat cara jawab komen di sini yak?
[Reply]
klo gajinya mas wiwid berapa yah?
[Reply]
ifajarwidi Reply:
February 15th, 2012 at 4:20 pm
[Reply]