• 28

    Dec

    Siapakah Ras Manusia Sebelum Adam?

    “Siapakah ras bangsa manusia sebelum Adam?” pertanyaan ini dulunya sangat mengganjal di benak saya. namun setelah membaca artikel dari penulis buku favorit saya mas Dhamar Sasangka, sedikit banyak saya menjadi paham. Jika orang bilang kitab suci orang Islam (Alquran) itu paling lengkap saya tidak setuju. Cobalah baca dan pahami kitab-kitab Hindu Kuno lebih dahulu. Islam itu orang bilang agama paling sempurna, tapi Hindu agama paling universal. Check this out: USIA RAS MANUSIA DIBUMI MENURUT PURANA Oleh : Damar Shashangka. Aum Avighnamastu Namah Siddham. Naasadaasiinn sadasiittadaanim, naasiid raajo no vyomaa paro yat, kim avariivah kuha kasya sarma, nnambhah kimasiid gahanam gabhiiram. Na mrtyuraasiid amrtam na tarhi, na ritlya ahnagsit praketap, anid avaatam s
  • 10

    Mar

    [update] REVOLUSI TERBESAR DALAM SEJARAH MANUSIA DIMULAI 11 Maret 2011

    REVOLUSI TERBESAR DALAM SEJARAH MANUSIA DIMULAI 11 Maret 2011 Uranus di Aries: Revolusi Kesadaran By Szuson Wong - Ph.D [Translation by Sony H. Waluyo] [Posted by: Colleen/PAO - Planetary Activation Organization - Galactic Humans (galacticheart1@comcast.net)] Revolusi terbesar dalam sejarah manusia dimulai 11 Maret 2011 dengan masuknya planet Uranus ke dalam konstelasi Aries. Ini adalah momen puncak dalam sejarah manusia yang akan dikenal sebagai Revolusi Kesadaran. Tidak seperti revolusi yang telah lama dikenal, revolusi ini akan berpusat di dalam hati dan pikiran baik pria, wanita, dan anak-anak yang mendiami planet bumi. Apa yang akan terungkap adalah tidak kurang dari suatu masa paling cemerlang yang tidak hanya dalam masa kehidupan kita ini, tetapi juga dari seluruh masa kehidu
  • 16

    Jan

    Sex Dalam Ajaran Leluhur Nusantara (3/3)

    Dengan pengetahuan yang memadai maka diharapkan orang dapat berpikir lebih jauh mengenai hubungan seksual sehingga tidak melakukannya dengan sembarangan karena akibatnya sangat fatal bagi keberlangsungan hidup umat manusia dan keselarahan hubungannya dengan alam sekitar tempat manusia hidup. Akibat yang fatal tersebut muncul pada keadaan masyarakat sekarang dimana banyak orang mulai melakukan hubungan seks tanpa mengindahkan norma serta etika yang berakibat pada munculya masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat sepeti pemerkosaan, semakin banyak anak-anak terlantar hingga terjadinya peningkatan kriminalitas. Dalam kasanah budaya Jawa terdapat ajaran atau pedoman moral, nilai dan kaidah bagaimana cara melakukan hubungan seks yang benar dan tepat, sebagaimana dalam Serat Nitimani beri
  • 16

    Jan

    Sex Dalam Ajaran Leluhur Nusantara (2/3)

    Ajaran Sex Dalam Serat Nitimani & Centhini Dalam budaya Jawa norma serta aturan dalam melakukan hubungan seksual diturankan oleh orang Jawa melalui ajaran kepada keturunannya baik dalam betuk lisan atau tertulis. Dalam bentuk tertulis ajaran tersebut tertuang dalam karya sastra yang telah ada sejak zaman dulu. Karya-karya sastra yang mengangkat tema asmaragama antara lain : 1. Serat Gatholoco. 2. Serat Dharmogandhul. 3. Suluk Tambangraras (Serat Centhini). 4. Serat Nitimani. Ada dua yang menarik bagi saya: Suluk Tambangraras (Serat Centhini) dan Serat Nitimani. Keduanya mengisahkan saat melakukan persetubuhan, ternyata sinkronisasi pikiran ada pada Sang Pencipta (dalam Serat Centhini dijelaskan dengan ajaran Islam-Jawa), bukan kepada kenikmatan duniawi semata. Ketika pertama me
  • 16

    Jan

    Sex Dalam Ajaran Leluhur Nusantara (1/3)

    Sex! Apa yang ada di otak kita saat membicarakan tiga huruf pamungkas ini. Seolah menjadi senjata pamungkas, Sex sering dijadikan objek pendongkrak rating bagi media dalam kurun terkhir ini. Tak hanya kaum adam, meningkatnya kesetaraan gender pun menjadikan media dengan bumbu sex, bak dagangan yang laris dikonsumsi publik, dan ini juga berlaku bagi kaum hawa di Milenium ini. Tapi kali ini saya tak akan membahas perihal media, gender, dan sex melainkan bagaimana sexual intercouse itu seharusnya dilakukan untuk membawa bibit baru manusia Nusantara yang berkualitas. Sebenarnya, hal ini ingin segera saya tulis sepulang diskusi semalam pada bulan Suro di Gunung Salak beberapa waktu lalu, yang saya lakukan dengan Ki Semar Samiaji. Namun karena lagi banyak deadline dan kurang referensi, saya
- Next

Author

Follow Me